Makassar, matahukumindonesia — Kebutuhan akan pemimpin yang berwawasan jauh ke depan menjadi tuntutan berbagai perguruan tinggi di Indonesia dalam menghadapi perubahan zaman. Di Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar, nama Dr. Patawari menjadi salah satu figur yang dinilai tepat untuk memimpin institusi menuju arah yang lebih modern dan kompetitif.
Dr. Patawari Lahir di Bone pada 15 Mei 1981, Dr. Patawari menempuh pendidikan dasar hingga menengah di kampung kelahirannya sebelum melanjutkan pendidikan tinggi di Makassar. Ia meraih gelar Sarjana Hukum Islam di UIN Alauddin Makassar, kemudian menyelesaikan Magister Hukum Tata Negara dan Doktor Ilmu Hukum di Universitas Hasanuddin (UNHAS). Rekam jejak akademiknya yang kuat ini menjadi pijakan dalam perjalanan kariernya sebagai pendidik dan pemimpin organisasi.
Selama mengabdi di UIT Makassar, ia telah menduduki sejumlah jabatan strategis, di antaranya Ketua Program Studi, Wakil Dekan, Asisten Direktur Pascasarjana, hingga Ketua Senat Fakultas Hukum. Pengalaman panjang tersebut menjadikannya figur yang memahami struktur kampus secara menyeluruh dan memiliki kemampuan membangun tata kelola pendidikan yang efektif.
Dr. Patawari dikenal memiliki visi besar untuk kemajuan UIT. Ia mendorong penguatan akuntabilitas tata kelola, peningkatan kualitas akademik, pengembangan riset, serta pembentukan jejaring kerja sama yang bermanfaat bagi mahasiswa dan alumni. Di mata rekan-rekan akademisi, dirinya merupakan sosok rendah hati dan mudah berkomunikasi, sehingga dianggap mampu merangkul seluruh unsur civitas academica.
Menjelang pemilihan rektor UIT Makassar, nama Dr. Patawari menjadi salah satu yang paling banyak disebut sebagai kandidat potensial. Banyak pihak menilai bahwa dirinya memiliki kemampuan manajerial dan keilmuan yang dibutuhkan untuk membawa UIT memasuki era kebangkitan, sehingga dapat bersaing dengan perguruan tinggi lain di tingkat regional maupun nasional.
Laporan: Red









