MAKASSAR, –Mata Hukum indonesia– Nama *Ir. H. Teguh Iswara Suardi, ST.,M.Sc*, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai NasDem Dapil Sulsel II, mulai banyak disebut dalam peta politik lokal Sulawesi Selatan.

Analisis pengamat politik + sinyal dari akar rumput menyebut legislator asal Barru ini punya modal dan potensi untuk melangkah lebih jauh: memimpin Kabupaten Barru, bahkan berpeluang maju di kontestasi Calon Gubernur Sulawesi Selatan.

*Jurnalisme Solusi: Lihat Rekam Jejak, Bukan Sekadar Aura*
MHi. Com, menilai, dalam politik elektoral, “aura” saja tidak cukup. Yang diuji pemilih adalah 3 modal utama:

*1. Modal Elektoral Dapil Sulsel II*
Teguh Iswara sudah 2 periode duduk di Senayan dari Dapil Sulsel II yang mencakup Barru, Pangkep, Maros, Makassar. Artinya basis suara di Barru sudah terbentuk. Itu modal paling nyata untuk Pilkada Barru.

*2. Modal Isu & Komisi V*
Sebagai Wakil Ketua Komisi V DPR RI, bidangnya: PUPR, Perhubungan, BMKG, BPWS. Pas dengan kebutuhan Sulsel: infrastruktur, jalan, pelabuhan, irigasi. Kalau narasinya “Barru/Sulsel Butuh Infrastruktur + Orang Senayan”, itu nyambung ke kerja beliau.

*3. Modal Partai NasDem*
NasDem konsisten dorong kader muda + profesional. Teguh Iswara masuk kategori “politisi teknokrat”. Di era pemilih Gen Z 60% seperti data Pileg 2024 kemarin, figur berlatar ST,M.Sc ini punya daya tarik tersendiri.

*Catatan Kritis MHI. Com:*
Peluang ≠ Kepastian. Jalan menuju Barru 1 atau Sulsel 1 masih panjang:
1. *Barru*: Harus konsolidasi mesin partai + tokoh lokal + pemilih milenial Barru. Saingan internal NasDem & partai lain juga kuat.
2. *Sulsel 1*: Kompetisi jauh lebih berat. Butuh koalisi partai besar, elektabilitas >20%, dan isu Sulsel yang bisa “ngena” dari Luwu sampai Selayar.

*Imbauan MHI. Com, ke Pemilih Sulsel:*
Apapun “ramalan” politiknya, kuncinya tetap: rekam jejak + program + integritas. Kalau Pak Teguh maju, uji dia: 1. Apa solusi konkret buat Barru? 2. Gimana visi Sulsel 2030? 3. Siap debat gagasan, bukan identitas.

Politik itu bukan ramalan, tapi kerja nyata yang dinilai rakyat.