Makassar, -Mata Hukum Indonesia- Program *Makan Bergizi Gratis (MBG)* yang digagas pemerintah pusat kembali jadi sorotan publik di Sulawesi Selatan. Sejumlah laporan warga dan temuan di lapangan menyebut program prioritas ini masih bermasalah, mulai dari distribusi yang tidak merata hingga kualitas menu yang dikeluhkan.
Berdasarkan pantauan Media Mata Hukum Indonesia, keluhan paling banyak datang dari Kabupaten Maros, Gowa, Jeneponto, dan Kota Makassar sepanjang Mei-Juni 2026.
*Masalah MBG yang Disorot Warga Sulsel:*
* Menu Tidak Sesuai Standar Gizi*
Beberapa orang tua siswa di Maros mengeluhkan porsi lauk yang terlalu kecil dan tidak bervariasi. “Kadang cuma nasi, telur setengah, sama sayur bening. Anak saya bilang tidak kenyang,” kata, salah seorang wali murid SD di Turikale yang tidak bersedia sebutkan namanya, Jumat 6/6/2026.
Padahal dalam juknis MBG, menu harus memenuhi standar AKG: ada karbohidrat, protein hewani, sayur, buah, dan susu.
*Keterlambatan Distribusi*
makanan sering datang lewat pukul 11.00 WITA, padahal jam makan siang anak SD pukul 09.30 WITA. “Anak-anak sudah lapar duluan. Akhirnya jajan di luar,”
*Data Penerima Tidak Valid*
Beberapa kepala sekolah di Makassar mengaku jumlah paket yang datang tidak sesuai data Dapodik.
*Media Mata Hukum Indonesia°
*DPRD Sulsel di Minta Audit*
mendesak BPKP dan Inspektorat turun audit program MBG.
“Anggarannya triliunan. Jangan sampai jadi bancakan. Kalau terbukti ada markup atau kualitas dikurangi, harus pidana,”
juga minta Pemprov buka data vendor MBG se-Sulsel ke publik demi transparansi.
*Warga Minta Jangan Setop, Tapi Perbaiki*
Meski banyak masalah, mayoritas orang tua tetap mendukung MBG dilanjutkan. “Sangat bantu kami yang ekonomi pas-pasan. Tolong saja diperbaiki, jangan disetop. Kasihan anak-anak,” ujar salah seorang*, warga Pangkep.
Media Mata Hukum Indonesia berjanji membuka kanal aduan MBG via WhatsApp agar laporan warga cepat ditindaklanjuti.
*Penulis: Tim Redaksi Media Mata Hukum Indonesia*.









