Jakarta, matahukumindonesia – 4 Oktober 2025 – Kasus dugaan keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali marak terjadi di berbagai daerah, termasuk di Jakarta. Presiden Aktivis Hukum Nusantara, Andika Ali Kanji, yang juga berprofesi sebagai pengacara, angkat bicara terkait persoalan ini.
Menurut Andika, setidaknya kasus keracunan akibat MBG sudah sering kali terjadi di wilayah Jakarta. Ia meminta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, agar memberikan peringatan maupun sanksi tegas terhadap pengelola dan dinas terkait yang lalai dalam menerapkan aturan standar dari BGN.
> “Apalagi kasus keracunan ini tidak hanya terjadi satu kali, melainkan berkali-kali. Ini butuh pengawasan yang cukup, terutama terhadap bahan pangan segar yang digunakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),” tegasnya.
Andika menekankan, pengawasan harus dilakukan mulai dari bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi ke sekolah-sekolah. Termasuk pemeriksaan laboratorium untuk memastikan bahan pangan yang digunakan mencukupi secara gizi, bebas dari mikroba dan formalin, serta layak dikonsumsi.
“Padahal SOP sudah disiapkan oleh BGN. Kalau SOP tidak dijalankan dengan baik, maka kasus keracunan berpotensi terus berulang dan membahayakan kesehatan siswa,” ujarnya.
Tanggapan Pemprov DKI Jakarta
Diberitakan sebelumnya oleh REPUBLIKA.CO.ID, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menyatakan bahwa kasus keracunan MBG menjadi perhatian serius.
Menurutnya, Dinas KPKP memiliki tugas mengawasi bahan pangan segar yang digunakan SPPG. Pemantauan rutin dilakukan dua kali dalam sepekan di 10 lokasi dari total 135 unit SPPG di Jakarta.
“Namun dalam pemantauan, kami masih menemukan adanya SPPG yang tidak mematuhi SOP. Misalnya, dalam proses pengolahan makanan maupun distribusi. Kadang distribusi terlambat sehingga kualitas makanan menurun,” jelas Hasudungan di Balai Kota Jakarta, Jumat (3/10/2025).
Ia menambahkan, SOP dari BGN sudah jelas, namun implementasinya di lapangan masih kurang baik. Hal inilah yang memicu munculnya kasus keracunan berulang.
Tercatat, hingga saat ini terdapat empat kasus keracunan akibat MBG di Jakarta. Kasus terbaru menimpa 21 siswa SDN 01 Gedong, Pasar Rebo, yang mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan MBG pada Selasa (30/9/2025).
📌 Sumber: Republika.co.id / Wawancara Presiden Aktivis Hukum Nusantara









